Selamat Datang Di PTPNIX Persero
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) memiliki dua Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu.

PTP Nusantara IX (PERSERO)
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) memiliki dua Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu.

PTP Nusantara IX (PERSERO)
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) memiliki dua Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu.

PTP Nusantara IX (PERSERO)
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) memiliki dua Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu.

PTP Nusantara IX (PERSERO)
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) memiliki dua Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu.

PTP Nusantara IX (PERSERO)
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) memiliki dua Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu.

Pemerintah Kaji Asumsi Makro Terakhir
Oleh: Mohamad Sunhaji, pada: 2010-01-18

Pemerintah menyatakan masih akan mengkaji mengenai asumsi makro yang akan dituangkan dalam APBN P 2010 Maret nanti.

      

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan asumsi makro yang telah disebutkan pada Selasa (12/1) masih akan dikaji lagi. "Kemungkinan yang dilihat lagi nilai tukar yang jelas-jelas relatif jauh. Itu harus dilihat lagi. Inflasi juga harus dilihat lagi," kata Arminda di Jakarta, Rabu (13/1).

 

Selain itu, target pertumbuhan ekonomi yang masih dipatok pada 5,5 persen juga akan dihitung lagi. Penghitungan pertumbuhan ekonomi akan dilihat dari sumber-sumber apa saja yang bisa diandalkan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. 

 

Sementara itu Menko Perekonomian Hatta Rajasa optimistis akan bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,5-5,6 persen. Menkeu sebelumnya menyebutkan bahwa asumsi makro telah berubah.

 

Adapun yang berubah adalah asumsi harga minyak yang semula US$65 per barel diubah menjadi US$ 80 per barel, inflasi diubah menjadi 5,5 persen, defisit menjadi 2,2 persen, dan patokan nilai tukar berubah menjadi Rp9.500. Namun, target capaian pertumbuhan ekonomi masih tetap dipatok pada 5,5 persen.

 

Sumber : Media Indonesia

 

Subscribe to our feed