Selamat Datang Di PTPNIX Persero
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) memiliki dua Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu.

PTP Nusantara IX (PERSERO)
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) memiliki dua Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu.

PTP Nusantara IX (PERSERO)
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) memiliki dua Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu.

PTP Nusantara IX (PERSERO)
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) memiliki dua Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu.

PTP Nusantara IX (PERSERO)
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) memiliki dua Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu.

PTP Nusantara IX (PERSERO)
PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) memiliki dua Divisi. Pertama, Divisi Tanaman Tahunan yang membudidayakan dan menghasilkan produk- produk dari tanaman karet, kopi, kakao, dan teh. Kedua, Divisi Tanaman Semusim (Pabrik Gula) yang menghasilkan produk-produk dari tanaman tebu.

Industri Hilir


Selain komoditi utama yang dihasilkan, PTPN IX (Persero) juga menghasilkan produk hilir yang terdiri dari : Kopi bubuk banaran, teh celup kaligua, teh serbuk kaligua, teh serbuk semugih, gula '9' dan sirup pala.


 
   KOPI BUBUK BANARAN
Kopi Banaran sudah didistribusikan di wilayah Jateng dan DIY disamping itu telah dikembangkan Banaran Classic (blend Arabika + Robusta) untuk ceruk ekspor (tahun 2006 ke Australia) .
Sebagai alat promosi telah dibangun outlet berupa Café yaitu di : Kampoeng Kopi Banaran Bawen Salatiga, Banaran Cafe Sudirman Jakarta dan Banaran Cafe Patra Jakarta. Kopi Banaran juga telah digunakan di beberapa hotel yaitu : Graha Santika SMG, Gripta Kudus, Grasia SMG, Novotel SMG, Bumi Wiyata Jakarta, Aston, Melia, Reach Kartoon. Pendistribusian kopi dilakukan bekerjasama dengan Distributor PT NAL (Nusa Agro Lestari) Jakarta .

TEH CELUP DAN SERBUK 'KALIGUA'
Teh celup dan teh Serbuk Kaligua telah dipasarkan di wilayah Jateng dan DIY, rencananya pemasaran akan diperluas dengan scope nasional
Pendistribusian masih dilaksanakan oleh PTPN IX (Persero)





GULA PACKING '9'
Gula “9” sudah didistribusikan di beberapa kota besar di Indonesia antara lain Jakarta , Semarang , DIY, Surabaya , Bogor. Pendistribusian dan packing gula '9' dilakukan oleh PT Hatraco Semarang




SIRUP PALA MERK '9'
Sirup Pala ini terbuat dari buah pala pilihan yang ditanam di salah satu kebun yang ada di PTPN IX (Persero). Pendistribusian sirup Pala masih terbatas pada kalangan sendiri.

DAFTAR HARGA PRODUK HILIR
 JENIS PRODUK
 HARGA / PCS
(Rp)
HARGA / KARTON
(Rp)
ISI / KARTON
(Pcs)
BERAT KARTON
(KG)

 Kopi Bubuk Banaran
  • Kemasan 7 gram (Complementary Room)
  • Kemasan 20 gram
  • Kemasan 100 gram
  • Kemasan 250 gram
  • Banaran Classic 230 gram
  • Kemasan 500 gram


650
1.000

5.200
11.000
15.000
19.800


650.000
100.000
374.400
396.000
870.000
396.000

 

1000
100
72
36
58
20


7.0
2.0
7.2
9.0
13.4
10.0

 Teh Kaligua
  • Serbuk 100 gram
  • Celup 2 gram (Complemantary Room)
  • Celup 50 gram

4.800
400

4.400

403.200
400.000

264.000

84
1000

60
 
8.4
2.0

3.0
 Teh Semugih 40 gram
1.200
120.000  100  4.0
Gula 9  *
  • Kemasan 1 Kg
  • Kemasan 1/2 Kg





24
48
 
24.0
48.0

Keterangan : * Harga Gula 9 Fluktuatif /bisa berubah sewaktu-waktu

Update : 13 april 2009



 

Subscribe to our feed